Skip to content
wedding photography_blog

mengapa fotografer wedding

Mungkin anda sudah mengenal dengan hal satu ini. Wedding photography.
Bagi saya profesi ini lebih terlihat bentuk nyata penghasilan dari profesi seorang photographer.
Banyak aktualisasi seorang fotografer, seperti :

jurnalist
dalam hal ini akan sering mengunjungi banyak tempat baru, membutuhkan seorang yang energic, senang melanglang buana mengejar berita. Saya selalu terpukau oleh profesi jurnalis ini. Tapi sayang bentuk real dari income masih sangat kurang dihargai di negara kita indonesia ini. Jika foto atau tulisan tampil, maka fee akan diterima, itupun jika diterima tulisan atau fotonya, dan lagi masih lebih kecil dibandingkan dengan fee dari seorang wedding photographer.

Fotografer model
Penghargaan terhadap profesi ini masih Sangat jauh dibandingkan dengan fotografer model dan fashion di luar negri. Bahkan ada yang rela menekan biaya hanya dengan mengandalkan seorang yang baru belajar motret, dengan diberikan fee seadanya.sungguh kecil penghargaan kreatifitas di negara kita ini..

Fotografer produk
Haduh apa lagi yang ini, berapa banyak sih company negara kita yang benar2 mengetahui pentingnya suatu media foto bagi produk mereka, betapa iklan jam merk cas*o sungguh memikat setiap mata yang melihatnya, minimal rasa ingin untuk memiliki akan timbul melihat iklan tersebut. Dan karya tersebut maaf bukan dibuat di indonesia. Bayangkan berapa budged yang dikeluarkan untuk fotografer nya. Banyak kita lihat disini, iklan dengan foto seadanya, bahkan dengan menggunakan kamera hp. Pernah suatu waktu saya ditawari untuk memfoto produk suatu company di jogja, dengan syarat dari mereka harus memberikan sampel langsung foto dari product mereka, difoto disana, dan diadu antar karya beberapa fotografer. Dengan syarat yang tidak bisa saya terima, yaitu harus mengumpulkan file high res dari foto2 produk mereka yang sudah difoto, dan mereka akan memilih yang mana yang akan diberikan job tsb. Sungguh penghargaan dari jerih payah kita mengangkat paper background dan lighting tdk dihargai. Seperti mengadu ayam jago, dan yang menang akan mendapat makanan. Sebenarnya saat memfoto itu masih bisa saya terima lah, itung2 dapet sampel foto produk untuk portfolio, yang tidak bisa saya terima adalah harus mengumpulkan file foto high res ke mereka dan akan mereka pilih yang mana yang akan dipakai, dan langsung saya bilang tidak.. Seperti itu penghargaan profesi fotografer di negara kita

Fotografer wedding.
Sungguh profesi ini yang paling sangat terlihat income dan penghargaan dari profesi seorang fotografer di negara ini. Walau kadang reputasinya dimata saya masih lebih tinggi jurnalist salut buat kalian para jurnalist. Tetapi disini yang saya bahas adalah penghargaan publik terhadap profesi seorang fotografer.berapa rupiah yang didapat dari shutter yang dihabiskan. Dan akhirnya akan kembali pada berapa rata2 rupiah perbulan yang anda dapatkan untuk menghidupi anda dan keluarga. Dan itu juga yang membuat saya memilih menjadi seorang fotografer pernikahan di jogja ini sebagai mata pencarian. Dengan profesi fotografer product dan model/fashion atau bahkan jurnalist sebagai job tambahan.

Walau kadang sering monoton moment yang kita dapat. Itu itu saja, jenuh , haus akan sesuatu yang baru. Tapi ada satu hal yang membuat semua itu sirna, yaitu senyum kepuasan serta ucapan terimakasih sebagai penghargaan atas jerih payah kita sebagai fotografer. Moment penting dari suatu step baru kehidupan seorang manusia yang dapat kita abadikan dengan sempurna. ada tangis bahagia, senyuman, keceriaan, tawa lepas dan canda gurau. Walaupun dengan gelar yang agak gimana gitu yaitu seorang “tukang poto manten” tapi gak papa lah, yang penting skill dan teknik harus tetap high rate, dan ada penghargaan publik dalam hal finansial pada profesi ini. dan saya tidak malu akan hal ini.

Fotografer manten jogja
Maufiroh Isnan Isnainto

Posted by Isnanvillage on 4 Oktober 2013

Tinggalkan Balasan